Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI

Hidup dalam Bayang-Bayang FOMO

Hidup dalam Bayang-Bayang FOMO
Senin, 28 September 2026 Azwa Nafis Sharfa
Menjadi mahasiswa berarti punya banyak kesempatan untuk mencoba hal baru. Ada organisasi, kepanitiaan, komunitas, seminar, lomba, hingga keg...

Menjadi mahasiswa berarti punya banyak kesempatan untuk mencoba hal baru. Ada organisasi, kepanitiaan, komunitas, seminar, lomba, hingga kegiatan yang berkaitan dengan minat dan karier. Namun, di tengah banyaknya pilihan tersebut, pernahkah kita mengikuti sesuatu hanya karena melihat orang lain melakukannya? Perasaan takut tertinggal dari pengalaman orang lain ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO).

FOMO semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa karena media sosial membuat aktivitas orang lain mudah terlihat. Dalam sekali membuka Instagram atau TikTok, kita bisa menemukan teman yang sedang mengikuti kegiatan, membuat karya, mendapatkan pencapaian, atau membangun pengalaman baru. Tanpa disadari, hal tersebut dapat membuat kita membandingkan perjalanan sendiri dengan perjalanan orang lain.

Ketika Media Sosial Membentuk Standar

Media sosial memungkinkan kita melihat berbagai pencapaian dalam waktu yang singkat. Masalahnya, yang ditampilkan biasanya hanya bagian tertentu dari kehidupan seseorang. Kita melihat hasil akhirnya, tetapi tidak selalu mengetahui proses, kegagalan, atau kondisi yang mereka hadapi di baliknya.

Jika terus membandingkan diri dengan apa yang muncul di layar, kita bisa merasa kurang produktif atau tertinggal. Padahal, kehidupan yang terlihat di media sosial bukan gambaran lengkap tentang kehidupan seseorang. Setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan proses yang berbeda.

FOMO di Kalangan Mahasiswa KPI

Fenomena ini juga dekat dengan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Bidang komunikasi dan media menawarkan banyak ruang untuk berkembang, seperti jurnalistik, broadcasting, fotografi, desain, produksi konten, hingga pengelolaan media.

Banyaknya pilihan tersebut tentu menjadi kesempatan untuk belajar. Namun, ada perbedaan antara mengikuti sesuatu karena tertarik dan mengikutinya karena takut tertinggal. Seorang mahasiswa mungkin mengikuti pelatihan fotografi karena memang ingin mengembangkan kemampuan. Mahasiswa lain bisa saja mengikuti kegiatan yang sama hanya karena melihat banyak temannya mulai melakukannya.

Keduanya sama-sama mengikuti kegiatan, tetapi alasan di baliknya berbeda. Di sinilah pentingnya mengenali apakah pilihan yang kita ambil memang sesuai dengan kebutuhan dan minat kita.

Tidak Semua Hal Harus Diikuti

Menjadi mahasiswa aktif bukan berarti harus mengikuti semua kegiatan yang tersedia. Mengambil terlalu banyak aktivitas hanya karena takut tertinggal justru dapat membuat waktu terbagi terlalu banyak dan mengganggu prioritas lain, termasuk perkuliahan dan istirahat.

Sebelum memutuskan mengikuti suatu kegiatan, kita bisa mempertimbangkan beberapa hal sederhana: apakah kegiatan ini memang saya minati, apakah saya punya waktu untuk menjalaninya, dan apa yang bisa saya dapatkan dari kegiatan tersebut?

Pertanyaan tersebut bukan berarti kita harus menolak setiap kesempatan. Justru, kita dapat memilih kegiatan yang benar-benar sesuai dengan arah perkembangan diri.

Menggunakan Media Tanpa Terjebak di Dalamnya

Sebagai mahasiswa KPI, memahami media bukan hanya tentang bagaimana membuat dan menyebarkan pesan, tetapi juga memahami bagaimana media dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya dan orang lain. Karena itu, penggunaan media sosial perlu disertai kesadaran.

Media sosial bisa menjadi tempat untuk mencari informasi, menemukan peluang, membangun relasi, dan menunjukkan karya. Namun, media sosial tidak perlu menjadi ukuran apakah kehidupan kita sudah cukup produktif atau belum.

FOMO mungkin tidak bisa sepenuhnya dihindari dalam kehidupan digital. Yang bisa dilakukan adalah mengenalinya sebelum perasaan tersebut mulai menentukan pilihan. Mengikuti sesuatu karena memang kita inginkan adalah keputusan. Mengikuti sesuatu hanya karena takut tertinggal adalah tekanan.

Pada akhirnya, setiap mahasiswa memiliki jalannya sendiri. Tidak semua kegiatan harus diikuti dan tidak semua pencapaian orang lain harus menjadi ukuran. Yang penting bukan seberapa banyak hal yang berhasil kita ikuti, tetapi seberapa sadar kita memilih apa yang memang ingin kita jalani.

 

 

Info Berita
Senin, 28 September 2026
Azwa Nafis Sharfa
https://hmjkpiuinssc.com/berita/hidup-dalam-bayang-bayang-fomo
Link berhasil disalin ✅