Pukul tujuh pagi, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN SSC sudah bergerak menuju Jakarta. Didampingi Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan salah satu dosen KPI, mereka datang bukan untuk berwisata, melainkan untuk melihat langsung bagaimana industri penyiaran nasional benar-benar bekerja. Program ini digagas HMJ KPI UINSSC di bawah Kabinet Satya Adhikarya dengan nama Industry Exposure: Jakarta Edition, dan berlangsung penuh dari pagi hingga malam, pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.
Sebelum menuju destinasi utama, mereka singgah lebih dulu di Kota Tua Jakarta. Di antara bangunan-bangunan kolonial yang berdiri kokoh, para mahasiswa menyerap atmosfer ruang publik yang kaya secara visual. Bagi calon broadcaster, tempat seperti ini bukan sekadar latar foto, ini adalah latihan kepekaan, bagaimana membaca suasana dan menemukan cerita di balik pemandangan yang tampak biasa.
Dari Kota Tua, perjalanan langsung berlanjut ke Trans7. Begitu tiba, rombongan disambut dalam sesi pembukaan resmi dilanjutkan gimmick kuis yang seketika mencairkan suasana. Tawa dan semangat bercampur ketika pertanyaan-pertanyaan seputar dunia penyiaran dilontarkan. Setelahnya, layar menyala untuk pemutaran showreel Trans7, dan bagi mahasiswa KPI, menontonnya bukan sekadar hiburan, melainkan gambaran nyata tentang ke mana perjalanan karier mereka kelak menuju.
Sesi presentasi yang menyusul membuka banyak hal yang selama ini hanya dipelajari dari buku, tetapi bagaimana sebuah program lahir dari meja redaksi, bagaimana tim kreatif bekerja tanpa terlihat kamera, dan seperti apa tantangan media televisi di tengah gempuran platform digital. Tanya jawab berlangsung hidup dan pertanyaan mengalir deras, dijawab terbuka oleh tim Trans7 tanpa basa-basi.
Menjelang akhir, Trans7 menyerahkan kenang-kenangan kepada himpunan, dilanjutkan sesi foto bersama dan foto di studio. Lalu datanglah momen yang mungkin paling sulit dilupakan yaitu tour studio, berjalan langsung melewati ruang produksi yang selama ini hanya mereka saksikan dari layar kaca. Berdiri di depan kamera yang sama dengan yang digunakan dalam siaran nasional adalah hal sederhana, tapi berbobot.
Kegiatan ini tentunya menjadi ruang belajar, juga pengalaman berharga bagi mahasiswa. Karna bisa berkunjung ke studio siaran nasional.