Keras, air mata, dan mungkin ratusan kegagalan yang tidak kita lihat.
Sukses itu kayak nanem pohon. Tidak bisa langsung panen. Harus sabar, harus rajin nyiram, harus tahan panas dan hujan. Sama kayak mimpi kita. Butuh waktu. Tidak semua bisa langsung tercapai. Tapi bukan berarti kita harus menyerah.
Makanya, jangan bandingin diri sama orang lain. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Fokus aja sama perkembangan diri sendiri. Kalau kamu terus belajar, terus mencoba, dan tidak menyerah, waktumu akan datang juga.
Berani Mimpi dan Berani Gagal
Mimpi itu gratis. Tapi untuk mewujudkannya, butuh keberanian. Keberanian untuk mencoba, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk bangkit lagi. Kadang kita takut punya mimpi besar karena takut kecewa. Tapi coba pikir, lebih baik kecewa karena gagal, atau menyesal karena tidak pernah mencoba?
Kalau kamu punya mimpi besar, kejar! Jangan takut gagal. Setiap orang sukses pasti punya cerita tentang kegagalannya. Justru dari situ mereka belajar dan jadi kuat. Gagal itu tidak memalukan. Yang memalukan adalah tidak pernah mencoba sama sekali.
Lebih baik kamu jatuh, terluka, tapi tahu kamu sudah berjuang, daripada Cuma diam dan menonton orang lain sukses. Karena saat kamu berani melangkah, sekecil apapun langkah itu, kamu sudah selangkah lebih dekat ke mimpi-mimpimu.
Kesimpulan
Gagal itu bukan musuh. Gagal adalah guru yang mengajarkan kita tentang hidup, tentang kerja keras, dan tentang ketekunan. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga yang membentuk kita jadi pribadi yang lebih tangguh. Jadi, jangan takut gagal. Beranilah gagal, karena hanya dengan itu, kita bisa benar-benar berani untuk sukses.
Kamu tidak harus sempurna untuk memulai. Tapi kamu harus berani untuk melangkah. Karena jalan menuju impian itu memang terjal, tapi selalu sepadan untuk diperjuangkan. Dan yang paling penting: jangan pernah berhenti percaya pada dirimu sendiri.